Salam Redaksi

 

Narasi Islam Millenial merupakan sebuah manifesto kaum muda millenial di Indonesia untuk menjadikan agama sebagai cara hidup modern dan bermartabat sebagai Muslim. Agama tidak menjadi penghambat untuk berkebudayaan dan berkemajuan bersama ummat manusia, tidak menjadi stigma negatif dan eksklusif bagi Muslim.

Secara sederhana, generasi muslim milenial Indonesia bisa dipahami sebagai populasi Muslim Indonesia yang lahir dalam kurun 1980-2000-an, atau sering disebut sebagai generasi M. Hal ini mengikuti pembagian generasi yang dilakukan oleh Pew Research Center dalam laporan mereka bertajuk Millenials: A Portrait of Generation Next (2010). Sementara itu, menurut data BPS RI, jumlah populasi yang bisa dikategorikan sebagai generasi Muslim milenial ini berkisar 29,97%, diambil dari total populasi penduduk berusia 15-34 tahun yang berjumlah 34.45%.

Secara karakteristik, generasi muslim milenial adalah generasi muda muslim yang memiliki cara pandang bahwa keimanan dan modernitas bisa berjalan beriringan. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dari generasi sebelumnya. Generasi M adalah mereka yang bangga dengan kepercayaan mereka, bersifat antusias, dinamis, aktif, kreatif, namun demanding. Keberadaan mereka ini akan mengubah budaya dengan cara yang “lembut” (Shelina Janmohamed, penulis buku Love in a Headscarf, 2010).

Selain itu, tumbuhnya kesadaran baru bahwa bahwa Islam dan sains mengakar kuat pada era keemasan peradaban Islam adalah salah satu faktor yang mendorong mereka untuk mendapatkan kembali posisi mereka di kehidupan modern dan menawarkan pandangan dan bukti bahwa agama bisa berjalan beriringan dengan modernitas, sekaligus juga mampu menginspirasi modernitas.

Melalui media ini, kami berusaha mengumpulkan tulisan-tulisan yang positif dan produktif, kemudian menarasikannya sebagai semangat kaum muda Muslim millenial di Indonesia untuk mengedukasikannya sebagai semangat zaman.

 


Tim Redaksi


Askuri

Seorang peneliti utama pada program Partnership for Enhanced Engagement in Research (PEER) “Strengthening Science Education in Indonesian Religious School”, dan mengajar di perguruan tinggi.

 


Lambang Hermawan

Seorang Freelance Web Development yang sedang menyelesaikan studi S1 sebagai mahasiswa di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta.